Selasa, 07 Februari 2017

Buyer ???? Valid Omdo


 2 Korban Ditipu Ratusan Juta Rupiah

SUMBANG, SATELITPOST-Saat ini marak jual beli tokek ukuran besar dengan nilai jutaan rupiah. Konon tokek tersebut bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Namun, warga harus waspada dengan jaringan mafia bisnis tokek.

H Santo Suwarno, warga Desa Banteran, Kecamatan Sumbang adalah korbannya. Ia mengaku dua pelaku bisnis tokek yang diduga merupakan jaringan mafia telah merugikan dia dan koleganya mencapai ratusan juta rupiah.


Dua pelaku itu, imbuhnya yakni lelaki berinisial BM warga asal Desa Binangun, Kecamatan Kewarasan, Kabupaten Kebumen dan AS asal Desa Bantar, Kecamatan Jatilawang.
Santo bercerita, pada tanggal 16 April 2016 pukul 17.55 WIB seorang pelaku, AS menawarkan tokek dengan panjang 38 cm padanya. "Saya bayar Rp 2 juta untuk bayar uang muka pengambilan reptil tokek yang berada di pemiliknya sesuai kuitansi yang dibuat," katanya Santo di kediamannya, Kamis (21/7).

Hanya saja, Santo mengaku dikibuli. Pasalnya, setelah tokeknya diukur tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Panjang tokek tersebut hanya 34 cm. "Otomatis perjanjian tersebut saya anggap gugur, lalu saya minta uang muka tersebut dikembalikan. Namun oleh pelaku menjanjikan akan dikembalikan pada dua minggu berikutnya. Namun ditunggu hingga sekarang belum ada realisasi,” katanya.

Korban penipuan bisnis tokek ini, bukan dia seorang. Pada hari berikutnya tanggal 17 April 2016, rekan bisnisnya, RR Wiwik Wahyuningsih yang beralamat di Jalan Balai Pustaka V/10 Rawamangun, Jakarta Timur juga berniat membeli tokek yang ditawarkan pelaku BM dengan ukuran panjang 45 cm.

“Transaksi dan pengukuran dilakukan rumah saya pada malam harinya. Setelah dilakukan pengukuran, tokek milik BM ternyata tidak sesuai dengan perjanjian antara Wiwik dan pelaku. Padahal pelaku sudah menerima uang muka Rp 20 juta plus satu unit mobil Avanza. Saat diminta uangnya, pelaku berdalih akan mengembalikan dua minggu lagi, tapi sampai sekarang tidak teralisasi, sama seperti saya,” katanya.
Dengan runtutan peristiwa tersebut, Santo menduga kedua pelaku merupakan jaringan. “Nah, secara kebetulan, pada Senin (18/7) malam, saya mendengar informasi ada transaksi jual beli tokek di Desa Bantar, Jatilawang, saya curiga apakah pelaku sama atau tidak, maka saya langsung ke lokasi. Sesampainya di lokasi sudah terjadi keributan hingga terlihat dua pelaku yang sudah saya kenal BM dan AS dihajar massa. Lalu diamankan di Mapolsek Jatilawang,” jelasnya.
Jadi secara total kerugian saya dan Wiwik, imbuhnya sebagai korban penipuan bisnis tokek kurang lebih sebesar Rp 152 juta. “Saya berharap sesuai kesepakatan, uang tersebut bisa dikembalikan utuh,” katanya. Kepada SatelitPost, Santo mendapatkan informasi jika BM dan AS sudah digelandang oleh kepolisian di Jakarta. Sebab, korban Wiwik adalah orang Jakarta. 

Sementara itu, Kapolsek Jatilawang AKP Sukandar melalui Kanit Reskrim Aiptu Budi Apriawan saat ditemui SatelitPost membenarkan adanya peristiwa keributan di Desa Bantar, Jatilawang tentang jual beli tokek. Ia mengimbau agar masyarakat mewaspadai modus semacam ini. “Jangan percaya dengan bisnis tokek semacam ini, sebab belum ada yang terbukti. Itu modus penipuan,” katanya. (messidonna45@yahoo.com)



Sumber Berita: http://satelitnews.co/berita-waspada-mafia-bisnis-tokek-.html#ixzz4Y17JUP2h

Mengungkap Kebenaran Bisnis Jual beli TOKEK

MONDAY, 20 JULY 2009

Mengungkap Kebenaran Bisnis Jual beli TOKEK, KLENIK, KAPAL, dan BESI TUA.

Mungkin anda pernah mendengar atau bahkan menerima informasi dari seseorang untuk ikut dalam bisnis jual beli dengan nilai nominal yang sangat menggiurkan, masih ingat anda ketika terjadi booming bunga GELOMBANG CINTA, JUAL BELI KAPAL, BESI TUA, BARANG ANTIK, atau yang sekarang ini tengah mewabah di masyarakat yaitu BELI TOKEK, siapapun pasti akan tergiur untuk bisa terlibat dalam bisnis tersebut, dengan iming iming untung yang sangat besar siapapun pasti akan dengan mudah untuk ikut dalam transaksi tersebut.
Tetapi bagi orang yang terbiasa dengan bisnis yang nyata hal seperti itu tentu tidak akan dengan begitu saja terpancing untuk berbisnis yang hanya berdasar dari mulut kemulut, yang hanya berdasar dari selembar kertas printa out emial atau sms belaka.
Saya sebagai orang awam tentunya juga tidak lepas dari ingin dan tergiur untuk bisa mendapatkan uang dengan mudah dan untung yang berlipat ganda, bahkan belum lama ini saya sendiri mengalami sendiri menjadi korban penipuan dengan nilai yang lumayan besar, ini juga terjadi akibat keteledoran saya, tidak teliti dalam segala hal, saya hanya percaya dengan ajakan orang lain yang bermodal sebuah sms dan print aout email yang di sebut "PO" (Purchase Order), dengan bermodal seperti itulah mereka berhasil memperdaya saya untuk bisa meminjam uang dengan alasan biaya operasional, tetapi ternyata mereka adalah sindikat penipuan saja.
Dan yang paling terbaru saya telah membuktikan kalau bisnis JUAL BELI TOKEK, sepengetahuan saya hanya bisnis PROPAGANDA belaka, bisnis yang juga berdasar informasi dari mulut ke mulut dan tidak pernah bisa terwujud bentuk TRANSAKSInya.
Suatu malam dua orang teman datang kerumah saya, mereka dengan meyakinkan mengatakan ada tokek empat ekor dengan berat lebih 3 gram, persisi seperti kata orang dengan 3 gram, seekor TOKEK bisa laku diatas 50 juta, mereka memaksa saya untuk mencarikan pembeli tokek tersebut, bagi saya infromasi tersebut tak lebih juga hanya kalimat yang muncul dari orang yang seharia kesana kemari mencari informasi apapun yang bisa di jadikan uang dengan mudah dan untung besar makanya saya tidak percaya begitu saja.
Hari berikutnya saya bertemu dengan teman lain yang saya anggap selama ini juga menggemari bisnis HARIMAU ( sehari makan setahun puasa ), kebetulan dia bercerita ada pemebeli mencari tokek sanggup membeli harga seekor TOKEK dengan harga tinggi, dia bilang orang china Singapore, pembeli sudah datang membawa uang, berapapun harganya mereka beli, terus terang saat itu saya juga meragukan hal tersebut, tetapi entah karena kehebatan mereka dalam meyakinkan saya, mereka berhasil membujuk saya untuk menghubungi kawan yang kemarin katanya mempunyai 4 ekor tokek, langsung saja saya menghubungi teman tersbeut, dengan senang , mereka mengatakan ALHAMDULILLAH ternyata kita ada rejeki, saya bilang minta berapa tokeknya, di jawab 150 jt, saya sampaikan harga tersebut ke teman yang katanya ada pembeli dan tidak ada masalah. akhirnya transakasi tercapai kesepakatan harga 150 juta satu ekor, dan kita di suruh menunggu informasi dari " PEMILIK TOKEKnya langsung "..
Sejam berikutnya saya coba menghubungi teman yang katanya memiliki tokek tersbut karena teman yang katanya ada pembeli terus menerus menghubungi saya, tetapi apa yang saya dapatkan dari mereka, katanya TOKEK SUDAH DI BAWA KE TEMPAT LAIN, KE PEMBELI YANG SUDAH DULUAN MENAWAR....mereka juga bilang masih ada tokek lain, saya dis uruh sabar menunggu, karena gak sabar saya langsung saja memeberikan nomor handphone teman yang katanya memiliki tokek tersebut ke teman yang katanya ada pembeli, terserah mereka mau bilang apa, dan beberapa saat kemudian teman saya yang punya pembeli menghubungi saya, katanya TOKEK SUDAH LAKU SEMUA, BESOK MAU DI CARIKAN YANG LAIN...
Ya...begitulah pengalaman saya terlibat dalam bisnis ini, rata rata hanya mereka minta ketemu di warung kopi, dengan segelas kopi yang di minum hingga berjam jam. semoga pengalaman ini bisa menjadi perhatian buat siapapun yang mungkin masih senang dengan BISNIS HARIMAU..
Dan cara cara ini biasayanya tak akan jauh berbeda dengan bisnis besi tua, jual beli kapal, ataupun klenik atau barang antik, mereka tak lebih hanya BROKER yang bertugas mencari pemilik atau pembeli, kalaupun anda berkesempatan bertemu dengan PEMBELI langgsung, hal ini tentunya menjadi kesempatan yang sangat bagus untuk membuktikan kebenaran dari trasaksi tersebut, itupun bagaiman cara anda bisa yakin kalau yang anda temui adalah seorang JUTAWAN yang siap membeli apapun dengan harga ratusan juta rupiah....masu

HARGA YANG TAK MASUK AKAL DAN UNDANGAN BUYER PUN SANGAT BESAR


Waspada Penipuan Tokek


HARGA YANG TAK MASUK AKAL DAN UNDANGAN BUYER PUN SANGAT BESAR
 

DAFTAR BIAYA UNDANGAN
PER AREA / PROPINSI
NO.AREABIAYA
DALAM NEGERI
1 KANTOR              21Juta,-
2 ACEH              40Juta,-
3 BALI              38Juta,-
4 BANGKA BELITUNG              35Juta,-
5 BATAM              38Juta,-
6 BEKASI               27Juta,-
7 BENGKULU              35Juta,-
8 BOGOR              22Juta,-
9 DEPOK / CIBUBUR               28Juta,-
10 DKI JAKARTA               25Juta,-
11 GORONTALO              55Juta,-
12 JAMBI             35Juta,-
13 JAWA BARAT              28Juta,-
14 JAWA TENGAH              25Juta,-
15 JAWA TIMUR              30Juta,-
16 KALIMANTAN              48Juta,-
17 KEPRI              45Juta,-
18 LAMPUNG              25Juta,-
19 MADURA              38Juta,-
20 MAKASAR             45Juta,-
21 MALUKU              60Juta,-
22 MANADO             60Juta,-
23 NIAS              45Juta,-
24 NTB              58Juta,-
25 NTT              58Juta,-
26 PADANG             35Juta,-
27 PAPUA              68Juta,-
28 RIAU              35Juta,-
29 SERANG, CILEGON              22Juta,-
30 SULAWESI TENGGARA             48Juta,-
31 SUMATRA              35Juta,-
32 TANGERANG               27Juta,-
LUAR NEGERI
1 BANGKOK           150Juta,-
2 LAOS           150Juta,-
3 MALAYSIA           130Juta,-
4 PHILIPINA           180Juta,-
Daftar undangan ini sama berlaku untuk Tokek dan Barang Antik. 
Undangan bisa langsung di setor kekantor ataupun di transfer via Bank.
Undangan harus masuk maksimal 1hari sebelum transaksi.

Dengan harga sebagai berikut :

Berat 250gr minimal 75 ekor harga 15 jt/ekor
Berat 250gr minimal 150 ekor harga 20 jt/ekor

Berat 330 gr - 340 gr Minimal 10 ekor harga Rp. 1,5 MILYAR tiap ekor
Berat 350 gr - 370 gr Minimal 6 ekor harga Rp. 2 MILYAR tiap ekor
Berat 380 gr - 390 gr bila hanya 1 ekor harga Rp. 3 MILYAR tiap ekor
Berat 380 gr - 390 gr bila ada 2 ekor atau lebih harga Rp. 4 MILYAR tiap ekor


Berat 4 ons up harga Rp. 25 MILYAR / ons
Berat 5 ons up harga Rp. 30 MILYAR / ons
Berat 6 ons up harga Rp. 40 MILYAR / ons
Berat 7 ons up harga Rp. 50 MILYAR / ons
Berat 8 ons up harga Rp. 60 MILYAR / ons
Berat 9 ons up harga Rp. 70 MILYAR / ons
Berat 10 ons up (1kg) harga Rp. 80 MILYAR / ons
Berat 20 ons up (2kg) harga Rp. 125 MILYAR / ons
Berat 30 ons up (3kg) harga Rp. 135 MILYAR / ons

Wah Bisa Bisa Uang kita habis buat Undang Buyer/Counter .. dan  Buyer Bilang Tidak sesuai kreteria
OTOMATIS UANG UNDANGAN ANDA AKAN HANGUS( HILANG) itu lah Akal Akalan nya mereka Bagi Buyer Yang sangat penipu dengan profesioanal..
klw seperti itu Tokek pun STRESS ...
Uang Hilang  .. MALAH sama Sama STRESS ..
wah GAWAT .. Bisa bisa RSU Penuhh

Bila anda baru saja memasuki dunia tokek, ada baiknya anda waspada agar tidak tergilas oleh mereka yang yang memang dari awalnya punya niat tidak baik, atau juga karena pengetahuan anda tentang tokek yang masih minim dan anda hanya bermodal nekad.

Jujur memang banyak mereka yang terjun di bidang tokek banyak yang bokek, mengapa ini bisa terjadi ? Mudah saja mencari penyebabnya, pertama karena mereka tergiur untung banyak dalam sekejab dan inilah penyebab kegagalan karena ini merupakan sifat serakah dan tamak. Banyak mereka yang tidak mengerti apa-apa dan baru mendengar katanya temannya adda tokek sekian ons, lalu ada yang juga katanya mau membeli dengan sekian milyard, langsung tancap gas lari sana lari sini, kejar sana kejar sini, berangkat kesana berangkat kesini, ketemu sana ketemu sini dan tanpa disadari sampai lupa makan dan terlambat jemput istri, anak keleleran dan yang tragis mulai jual ini dan jual itu, mulai tekor sini tekor sana.

Mengerikan memang, dan pada gilirannya ternyata kalau tidak tokeknya yang tidak seberat yang diinginkan bisa juga pembeli yang menyebut buyer tokek ternyata hanya kaki kanan bos belum sampai jadi kepala bos. Bagaimanapun manusia mudah tergiur oleh pepesan kosong, tanpa akal sehat dan realita.

Bagaimana sebenarnya agar tidak gagal di bisnis tokek atau bergelut di rana tokek. Mudah saja, pertama tentu saja jangan bisnis tokeknya dulu tapi pelihara atau budidaya dulu sebagai investasi, istilah kerennya jadi bos tokek dulu yaitu sebagai pemilik tokek, tentu saja ada baiknya ikut pelatihan dan punya ilmu yang benar untuk budidaya, gampangnya agar kita tidak dibodohi oleh tokek.

Kedua supaya berhasil di bisnis tokek, jangan berjalan sendiri artinya harusnya kita masuk dalam sebuah komunitas seperti menjadi member di pasartokek, dari sini kita bisa dapat pengetahuan dan bisa konsultasi bagaimana sebaiknya menghadapi dunia mafia tokek.

Harap diingat di bisnis tokek dan apapun bisnis itu pasti ada yang namanya mafia, dan mereka inilah yang seringkali mengambil keuntungan dengan cara yang menyakitkan karena hanya penipuan dan sok jadi buyer namun ternyata cuman menghisap duit kita saja.

Perhatikanlah bila ada seseorang datang dan katanya mau membeli tokek dengan harga mahal, dan datangnya cuman membawa air liur yang berbuih di mulutnya dan sampai menyembur kesana-kemari, ini adalah penipuan belaka. Yang benar adalah membawa fotocopy kartu identitas, mempunyai alamat rumah jelas, mempunyai alamat kantor yang jelas, punya telepon rumah.

Dan yang tidak benar biasanya cuman punya nomor telepon HP, dan nantinya transaksinya di hotel, nanti ketemuan di warung, nantinya janjian ketemu si A yang katanya pemilik perusahaan tambang dll,

Tokek dan bisnisnya sebenarnya sederhana, mengapa jadi tidak sederhana, karena banyak orang biasa lalu ikut jadi calo lalu juga mengaku buyer, mata rantai calo ke calo lalu ke calo bisa sampai puluhan orang. Mengapa bisa begitu, itu dikarenakan setiap orang bila mencari pembeli hanya percaya dari air liur saja, tanpa bukti otentik berupa rekening saldo bank yang nyata. Bila diminta menunjukkan rekk saldo lalu maunya gambling, ada juga yang berani DP dulu ratusan juta, ada yang minta kompensasi. Semua orang yang begini terbukti bukan pembeli yang mau membayar lunas, mereka hanya mediator atau perantara atau makelar atau calo saja. hati-hati

Penipuan Berkedok Bisnis Tokek

Penipuan Berkedok Bisnis Tokek Berhasil Kuras Rp 500 Juta


SURYA Online, SIDOARJO - Di mata Imam Syafi’I (50), warga Jl Diponegoro, Kelurahan Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, tokek sangat berharga. Bahkan harganya bisa mencapai miliaran rupiah jika panjang tokek lebih dari 41 cm.
Namun, kepiawaian bisnis tokek yang ditekuni selama dua tahun oleh Imam Syafi’I justru menyeretnya ke tahanan Polsek Waru. Ia dilaporkan menipu rekan bisnisnya senilai Rp 500 juta untuk diajak kerja sama bisnis tokek. “Memang iming-imingnya satu tokek bisa laku Rp 5 miliar. Tapi apakah itu mungkin bisa laku sebesar itu,” tutur Kapolsek Waru Kompol
Imam Syafi’i saat diinterogasi penyidik mengaku, jika dirinya memiliki 19 tokek. Tokek yang dipelihara itu mati 10 dan tinggal sembilan dan masih dipelihara sampai sekarang. Tersangka juga mengaku pernah menjual tokek berukuran 38 cm dan laku Rp 200 juta. “Yang membeli orang Singapura. Katanya sih untuk obat AIDS,” jelasnya.
Ketika menjual tokek, ia mengaku hanya mendapat bagian Rp 7 juta saja, karena uang tersebut dibagi dengan 15 makelar. Dari hasil yang didapat, tersangka langsung berkoar jika  bisnis tokek sangat menjanjikan. “Saya juga berteman dengan Hadis orang Malang dan uangnya juga saya pakai sekitar Rp 50 juta,” aku Imam Syafi’i.
Dibuat apa saja uang Rp 500 juta dari hasil menipu Abdul Hadi? “Uangnya habis saya pakai jalan-jalan untuk mencari tokek,” terang penjual sebuah minuman mineral keliling.
Melihat modus yang dilakukan, AKP Maryoko menduga jika masih banyak korban penipuan tersangka. Pasalnya, pembicaraan tersangka sangat halus dan mudah mempengaruhi orang. “Dari sini akan kami kembangkan mungkin masih ada korban di daerah lain silakan lapor ke polsek terdekat,” terang AKP Maryoko.
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Hendriyana didampingi Kanit Reskrim AKP Maryoko, Selasa (8/10/2013).Tersangka berurusan dengan polisi setelah dilaporkan Abdul Hadi (51), warga Jl Taman Indah, Kelurahan Sepanjang, Taman. Bahwasanya, tersangka tidak bertanggung jawab atas kerja sama bisnis tokek yang dijanjikan dengan keuntungan miliaran rupiah. Dari laporan yang ada, polisi mendengar jika tersangka sedang menginap di sebuah penginapan di Jombang.“Tersangka langsung kami gerebek dan langsung kami bawa ke mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.