Penipuan Berkedok Bisnis Tokek Berhasil Kuras Rp 500 Juta

SURYA Online, SIDOARJO - Di mata Imam Syafi’I (50), warga Jl Diponegoro, Kelurahan Deyeng, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, tokek sangat berharga. Bahkan harganya bisa mencapai miliaran rupiah jika panjang tokek lebih dari 41 cm.
Namun, kepiawaian bisnis tokek yang ditekuni selama dua tahun oleh Imam Syafi’I justru menyeretnya ke tahanan Polsek Waru. Ia dilaporkan menipu rekan bisnisnya senilai Rp 500 juta untuk diajak kerja sama bisnis tokek. “Memang iming-imingnya satu tokek bisa laku Rp 5 miliar. Tapi apakah itu mungkin bisa laku sebesar itu,” tutur Kapolsek Waru Kompol
Imam Syafi’i saat diinterogasi penyidik mengaku, jika dirinya memiliki 19 tokek. Tokek yang dipelihara itu mati 10 dan tinggal sembilan dan masih dipelihara sampai sekarang. Tersangka juga mengaku pernah menjual tokek berukuran 38 cm dan laku Rp 200 juta. “Yang membeli orang Singapura. Katanya sih untuk obat AIDS,” jelasnya.
Ketika menjual tokek, ia mengaku hanya mendapat bagian Rp 7 juta saja, karena uang tersebut dibagi dengan 15 makelar. Dari hasil yang didapat, tersangka langsung berkoar jika bisnis tokek sangat menjanjikan. “Saya juga berteman dengan Hadis orang Malang dan uangnya juga saya pakai sekitar Rp 50 juta,” aku Imam Syafi’i.
Dibuat apa saja uang Rp 500 juta dari hasil menipu Abdul Hadi? “Uangnya habis saya pakai jalan-jalan untuk mencari tokek,” terang penjual sebuah minuman mineral keliling.
Melihat modus yang dilakukan, AKP Maryoko menduga jika masih banyak korban penipuan tersangka. Pasalnya, pembicaraan tersangka sangat halus dan mudah mempengaruhi orang. “Dari sini akan kami kembangkan mungkin masih ada korban di daerah lain silakan lapor ke polsek terdekat,” terang AKP Maryoko.
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Namun, kepiawaian bisnis tokek yang ditekuni selama dua tahun oleh Imam Syafi’I justru menyeretnya ke tahanan Polsek Waru. Ia dilaporkan menipu rekan bisnisnya senilai Rp 500 juta untuk diajak kerja sama bisnis tokek. “Memang iming-imingnya satu tokek bisa laku Rp 5 miliar. Tapi apakah itu mungkin bisa laku sebesar itu,” tutur Kapolsek Waru Kompol
Imam Syafi’i saat diinterogasi penyidik mengaku, jika dirinya memiliki 19 tokek. Tokek yang dipelihara itu mati 10 dan tinggal sembilan dan masih dipelihara sampai sekarang. Tersangka juga mengaku pernah menjual tokek berukuran 38 cm dan laku Rp 200 juta. “Yang membeli orang Singapura. Katanya sih untuk obat AIDS,” jelasnya.
Ketika menjual tokek, ia mengaku hanya mendapat bagian Rp 7 juta saja, karena uang tersebut dibagi dengan 15 makelar. Dari hasil yang didapat, tersangka langsung berkoar jika bisnis tokek sangat menjanjikan. “Saya juga berteman dengan Hadis orang Malang dan uangnya juga saya pakai sekitar Rp 50 juta,” aku Imam Syafi’i.
Dibuat apa saja uang Rp 500 juta dari hasil menipu Abdul Hadi? “Uangnya habis saya pakai jalan-jalan untuk mencari tokek,” terang penjual sebuah minuman mineral keliling.
Melihat modus yang dilakukan, AKP Maryoko menduga jika masih banyak korban penipuan tersangka. Pasalnya, pembicaraan tersangka sangat halus dan mudah mempengaruhi orang. “Dari sini akan kami kembangkan mungkin masih ada korban di daerah lain silakan lapor ke polsek terdekat,” terang AKP Maryoko.
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Bapak saya baru saja meninggal dunia, setelah itu saya lihat isi handphone bapak Saya ternyata bapak Saya terjun di bisnis ini. Saya merasa kasihan dengan bapak Saya, habis banyak di bisnis ini tapi tidak menghasilkan.
BalasHapus